Detail Berita

Banner Berita KUA Batu Benawa

September 22, 2026

By NURMILAHAYATI

7 Views

Kunci Bahagia dalam Rumah Tangga, KUA Batu Benawa Bekali 3 Pasangan Catin Menuju Keluarga SAMARA

Batu Benawa (Kemenag HST)

Menikah bukan sekadar mengucapkan ijab kabul, tetapi merupakan awal perjalanan panjang untuk membangun kehidupan bersama. Menyadari pentingnya kesiapan tersebut, KUA Kecamatan Batu Benawa kembali memberikan pembekalan kepada tiga pasangan calon pengantin (catin) melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Balai Bimbingan Perkawinan KUA Batu Benawa, Selasa (22/9/2026).

Dengan suasana pembelajaran yang hangat dan interaktif, para calon pengantin diajak memahami berbagai hal yang menjadi bekal penting dalam membangun rumah tangga, mulai dari komunikasi, komitmen, tanggung jawab, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi keluarga.

Kepala KUA Batu Benawa, H. Akhmad Syatibi, S.Ag, mengingatkan bahwa kebahagiaan dalam rumah tangga tidak hadir begitu saja, tetapi harus dibangun dan dirawat oleh kedua pasangan.

“Kunci bahagia dalam rumah tangga bukan hanya cinta. Cinta harus dibangun di atas iman dan takwa kepada Allah SWT, kemudian dirawat dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, kesabaran, dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap rumah tangga pasti akan menghadapi dinamika. Karena itu, pasangan suami istri perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi perbedaan tanpa menjadikannya sebagai sumber perpecahan.

“Ketika ada persoalan, jangan mencari siapa yang salah, tetapi carilah solusi bersama. Suami dan istri harus menjadi pasangan yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” pesannya.

Komunikasi Jadi Jembatan Keharmonisan

Dalam sesi pembekalan, Penyuluh Agama Islam KUA Batu Benawa, Hj. Nur Asiah, mengajak calon pengantin untuk membangun komunikasi yang terbuka sejak awal pernikahan.

Ia menjelaskan bahwa banyak persoalan rumah tangga dapat dikelola dengan lebih baik apabila pasangan mau saling mendengarkan dan memahami.

“Jangan hanya berbicara ketika ada masalah. Biasakan berbagi cerita, mendengarkan pasangan, dan menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang baik. Komunikasi yang sehat akan membuat pasangan merasa dihargai dan dipahami,” jelasnya.

Menurutnya, keterbukaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan antara suami dan istri.

Sementara itu, Hj. Nurmilahayati, memberikan penguatan tentang pentingnya kesiapan mental dalam memasuki kehidupan pernikahan.

“Pernikahan adalah perjalanan bersama. Akan ada kebahagiaan, tetapi mungkin juga ada ujian dan perbedaan. Karena itu, calon pengantin harus siap belajar, siap beradaptasi, dan siap tumbuh bersama sebagai pasangan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar calon pengantin tidak hanya mempersiapkan pesta pernikahan, tetapi jauh lebih penting mempersiapkan kehidupan setelah pesta berakhir.

“Yang perlu dipersiapkan bukan hanya hari akadnya, tetapi juga hari-hari setelah akad. Di situlah kehidupan rumah tangga yang sebenarnya dimulai,” tambahnya.

Kejujuran dan Saling Menghargai

Pesan berikutnya datang dari Penyuluh Agama Islam Salamiah, yang menekankan pentingnya kejujuran dan kepercayaan sebagai modal dalam membangun keluarga.

“Kejujuran harus menjadi kebiasaan dalam rumah tangga. Jangan membangun hubungan dengan prasangka. Bangunlah kepercayaan melalui keterbukaan dan sikap saling menghargai,” ujarnya.

Ia juga mengajak calon pengantin untuk menjaga ucapan, terutama ketika sedang menghadapi perbedaan pendapat.

“Dalam kondisi emosi, terkadang kata-kata bisa lebih menyakitkan daripada masalah itu sendiri. Karena itu, belajar mengendalikan emosi dan menjaga lisan merupakan bagian dari menjaga keharmonisan rumah tangga,” pesannya.

Sementara Penyuluh Agama Islam Nuratul Muntahana mengajak tiga pasangan calon pengantin untuk memahami bahwa keluarga SAMARA membutuhkan proses yang panjang.

“Keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah tidak terbentuk secara instan. Ada proses untuk saling mengenal, memahami, memaafkan, dan belajar menjadi pasangan yang lebih baik setiap hari,” ungkapnya.

Menurutnya, pasangan perlu memiliki visi bersama dalam membangun keluarga, termasuk dalam hal ibadah, pengasuhan anak, pengelolaan ekonomi keluarga, serta hubungan dengan keluarga besar.

Bekal Sebelum Mengucapkan Janji Suci

Kegiatan Bimwin tersebut menjadi ruang bagi tiga pasangan calon pengantin untuk tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga merefleksikan kesiapan mereka sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

KUA Batu Benawa berharap pembekalan tersebut dapat membantu calon pengantin memahami bahwa keluarga yang harmonis membutuhkan iman, komunikasi, kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan komitmen bersama.

Pada akhirnya, pernikahan bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan tentang dua insan yang bersedia berjalan bersama, saling melengkapi, dan bersama-sama menjaga amanah pernikahan.

Melalui Bimbingan Perkawinan, KUA Batu Benawa terus hadir memberikan layanan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya calon pengantin, agar setiap pasangan memiliki bekal yang cukup dalam mewujudkan keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah (SAMARA).

Bagi masyarakat Kecamatan Batu Benawa yang membutuhkan informasi terkait pendaftaran nikah, persyaratan pernikahan, konsultasi keluarga, maupun Bimbingan Perkawinan, dapat datang langsung ke KUA Batu Benawa dan memanfaatkan layanan yang tersedia.