Detail Berita

Banner Berita KUA Batu Benawa

September 23, 2026

By NURMILAHAYATI

4 Views

“Cegah Konflik Sejak Dini, KUA Batu Benawa Perkuat Sinergi melalui Early Warning System”

Batu Benawa (Kemenag HST)

Upaya menjaga kerukunan dan mencegah potensi konflik di tengah masyarakat terus diperkuat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batu Benawa. Melalui penerapan Early Warning System (EWS), KUA Batu Benawa bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah membangun sinergi untuk mendeteksi berbagai potensi permasalahan sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 22 September 2026, tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi, membangun dialog, serta mencari solusi secara cepat dan bijak sebelum suatu persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

H. Muhammad Akhriadi, selaku Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten HST menegaskan bahwa EWS bukan sekadar sistem untuk mendeteksi potensi konflik, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga kerukunan masyarakat.

“Early Warning System harus dibangun melalui kepedulian dan komunikasi semua pihak. Ketika ada persoalan atau gejala yang berpotensi menimbulkan konflik, kita harus mampu mendeteksinya lebih awal, mengedepankan dialog, dan mencari jalan keluar bersama sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, KUA memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Karena itu, penyuluh agama dan jajaran KUA diharapkan mampu menjadi bagian dari jejaring deteksi dini sekaligus penguatan moderasi beragama di tingkat kecamatan.

Sementara itu, Kepala KUA Batu Benawa, H. Akhmad Syatibi, S.Ag, mengatakan bahwa keberhasilan EWS sangat bergantung pada sinergi dan keterbukaan komunikasi antarunsur yang ada di masyarakat.

“KUA tidak bisa berjalan sendiri. Persoalan di masyarakat harus kita hadapi secara bersama-sama. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan memiliki peran masing-masing. Dengan komunikasi yang baik, setiap potensi persoalan dapat kita bicarakan dan selesaikan secara persuasif,” jelasnya.

Ia menambahkan, KUA Batu Benawa akan terus mengoptimalkan peran penyuluh agama sebagai penghubung dengan masyarakat. Penyuluh diharapkan tidak hanya hadir ketika persoalan sudah muncul, tetapi juga aktif melakukan pendekatan, memberikan edukasi keagamaan, serta membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, H. Abdul Rasyid selaku Ketua MUI Kecamatan Batu Benawa menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menciptakan suasana masyarakat yang sejuk dan harmonis.

“Tokoh agama mempunyai tanggung jawab moral untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. Setiap perbedaan harus disikapi dengan kedewasaan dan tidak mudah dibawa menjadi pertentangan. Dengan mengedepankan ukhuwah, musyawarah dan tabayun, insyaallah potensi konflik dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Dari unsur keamanan, Iskandar selaku Polsek Batu Benawa menyampaikan bahwa deteksi dini merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami siap bersinergi dengan KUA, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah kecamatan. Informasi yang disampaikan secara cepat dan tepat akan membantu kita melakukan langkah pencegahan secara proporsional. Prinsipnya, kita bersama-sama menjaga agar persoalan yang ada tidak berkembang menjadi gangguan keamanan,” disampaikannya.

Sementara itu, Korem Batu Benawa juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Kondisi masyarakat yang aman dan harmonis merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur keamanan harus terus diperkuat. Jangan menunggu masalah menjadi besar, tetapi mari kita bangun komunikasi dan penyelesaian sejak persoalan masih dapat dikendalikan,” ungkapnya.

Melalui EWS, KUA Batu Benawa mendorong terbentuknya pola komunikasi yang cepat, terbuka dan solutif. Setiap indikasi permasalahan diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi bersama sehingga penyelesaiannya dilakukan secara persuasif, mengedepankan musyawarah dan menjaga keharmonisan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penguatan bahwa kerukunan tidak hanya dijaga ketika konflik terjadi, tetapi dirawat setiap hari melalui komunikasi, kepedulian, toleransi dan kerja sama.

KUA Batu Benawa berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang rukun, damai dan harmonis. Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan seluruh elemen masyarakat, potensi konflik dapat dikenali lebih awal, dicarikan solusi bersama, dan dicegah agar tidak berkembang menjadi perpecahan.